Pages

Jumat, 15 Agustus 2014

Hal yang harus anda ketahui dalam memulai bisnis properti

Memang pada dasarnya bisnis properti menggunakan modal yang cukup besar. Justru karena dimulai dengan modal yang cukup besar, anda juga akan mendapatkan untung yang lumayan. Lantas bagaimana memulai bisnis properti? Memang anda membutuhkan modal yang besar, namun bukan berarti untuk memulai bisnis properti sangat sulit. Ada banyak jalan yang dapat anda tempuh untuk memulai sebuah bisnis properti, lalu bagaimana memulai bisnis properti? Berikut ulasannya.

Cara mendapatkan modal
Untuk masalah modal dalam bagaimana memulai bisnis properti, ada beberapa cara yang bisa anda pilih. Yang pertama adalah melakukan pinjaman ke bank. Cara ini sering digunakan oleh karyawan yang sudah berpuluh-puluh tahun bekerja dan ingin mencoba di bidang properti. Tentu saja untuk mendapatkan pinjaman yang besar ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Namun terbukti banyak orang bisa membangun bisnis properti dari pinjaman dari bank. Namun ingat keberhasilannya, bagaimana anda mengolah pinjaman tersebut Yang kedua adalah bekerja sama dengan teman untuk memulai di bisnis ini. Ingat, sebaiknya anda berkerja sama buka meminjam uang atau hutang dari teman. Ajaklah relasi anda untuk berbisnis bersama di bidang properti. Selain bisa berkembang lebih cepat, masalah modal bisa diatasi bersama. Kemudian cara yang ketiga adalah dengan mencari investor. Kebanyakan investor menginginkan hasil yang lumayan dari investasinya tanpa harus berbuat apapun, inilah kesempatan anda untuk meyakinkan bahwa bisnis properti yang anda jalani sangat menjanjikan sehingga akan menguntungkan pihak investor dan juga anda sendiri. Untuk mencari investor anda membutuhkan kemampuan negosiasi yang baik, agar mereka yakin untuk menanamkan modal di anda.

Memilih properti yang tepat
Setelah masalah modal selesai, selanjutnya bagaimana memulai bisnis properti adalah mencari "barang dagangan" anda. Cara sederhana bagaimana memulai bisnis ini adalah dengan mencari properti yang mudah dicari yaitu rumah. Pilih rumah yang second atau bekas karena harganya tidak terlalu tinggi namun masih memiliki kualitas dan kondisi yang cukup. Kemudian sebisa mungkin pilih yang berada di lokasi yang strategis, karena nilai investasinya kedepan akan selalu meningkat. Beberapa wilayah yang strategis adalah, dekat jalan, dekat dengan pelayanan umum seperti terminal, stasiun, bandara, sekolah, dan universitas. Lokasi ini juga bisa menjadi penentu utama nilai dari properti tersebut. Namun anda juga harus bisa memperediksi nilai suatu properti di masa selanjutnya. Meskipun nilai sekarang masih rendah, bisa jadi dalam kurun waktu beberapa bulan bisa meningkat berkali-lipat.

Jika memungkinkan, pilihlah properti yang memiliki nilai bisnis tambahan seperti rumah sewaan, toko, kos-kosan, atau gedung yang dapat disewa, dan rumah yang terdapat bisnisnya untuk mendukung bisnis properti anda kelak. Nilainya tentu saja lebih dengan properti biasa sehingga mesikpun anda baru memulai anda akan mendapatkan banyak keuntungan dengan menyewakan kembali properti tersebut. Untuk mendapatkan informasi mengenai properti, bekerjasamalah dengan relasi, teman atau bahkan agen properti. Selain itu untuk mendapatkan informasi, anda bisa juga mencari info di media online atau media cetak. Fokuskan mencari yang mempunyai nilai arus kas dan harganya dibawah pasar. Salah satu kata kuncinya adalah BU atau butuh uang atau dijual cepat. Iklan yang mengandung kata kunci tersebut biasanya memiliki harga yang relatif lebih murah dari pasaran. Langkah terakhir dalam bagaimana memulai bisnis properti adalah bagaimana anda menjual properti anda. Lakukan pemasaran dengan rutin agar banyak orang mengetahuinya.